Menghujam dengan lidah.
Tak pernah meruntuhkan hati yang membeku.
Berteriak!
Hanya menyiksa raga dan dahaga.
Kapan kah sang Raja akan melebur menjadi lumpur.
Berbaur menjadi satu dan bercampur.
Lihat kami !
Menangis dan menjerit tanpa arti.
Berharap , berharap , dan berharap.
Tangan emas yang tersimpan dalam telunjuk itu..
Yang kami terima hanya serpihan besi berkarat.
Sadar? Kapan akan terjaga?
Tak pernah sang raja melilitkan tangan pada pundak jelata.
Berpangku tangan.
Tertawa.
Dan
Berjaya..
--
http://acceptea.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saran dan kritik anda akan sangat membantu dalam blog ini.