Siang dan malam..
Tak pernah kau mengeluh..
Selama sembilan bulan, kau membawaku dalam tubuh mu.
Saat ku bayi, tak lelah kau mengurus
Dan merawatku..
Kurang tidur,
Kurang makan..
Semua waktu mu kau habiskan untukku..
Ibu,
Tak ada yang bisa menggantikan semua
Jasa mu
Ibu,
Tak ada yang bisa menggantikan setiap tetes keringatmu
Tak pernah berharap
Namun selalu berdoa untukku
Ibu kau lah makhluk yang paling mulia,
Kau laksana malaikat pelindungku
Sejak ku dalam kandungan
hingga aku dewasa kini.
Bandung, 22 Desember 2012
Selamat Hari Ibu
Dari Anak mu yang selalu menyusahkan mu.
--
http://acceptea.blogspot.com
PUISI : Merangkai Indahnya Kata
Kumpulan puisi | Puisi Cinta | Puisi Humor | Puisi Islam | Puisi Sedih
Jumat, 21 Desember 2012
Jumat, 14 Desember 2012
Terang menanti sang surya
Menembus kerasnya tulang
Merasuk dalam dada
Terbias cahaya dalam hati
Pagi datang dengan senyum
Menghapus gelap dalam angan
Menyingkap tirai sang dewi malam
Memudarkan bintang yang berpijar
Luntur membiru ,menyapu langit.
Kelam telah hilang
Terang telah datang
Sambut sang surya melayang
Riuh rendah saling bersahut.
--
http://acceptea.blogspot.com
Merasuk dalam dada
Terbias cahaya dalam hati
Pagi datang dengan senyum
Menghapus gelap dalam angan
Menyingkap tirai sang dewi malam
Memudarkan bintang yang berpijar
Luntur membiru ,menyapu langit.
Kelam telah hilang
Terang telah datang
Sambut sang surya melayang
Riuh rendah saling bersahut.
--
http://acceptea.blogspot.com
( Dalam sujudku ) Tiada Yang Lain
Tuhan..
dalam kedua sujud ku hanya meminta pada-Mu.
Berharap semua akan terwujud.
Sehatku..
Sehat keluargaku
Sehat saudaraku..
Tuhan..
Dalam setiap hembus nafasku.
Yang terdengar hanya nama-Mu
Ya Rahman..
Ya Rahim..
Tuhan..
Bila aku jatuh..bangkitkan aku dalam rahmat-Mu
Tuhan...
Hanya pada-Mu ku bersujud.
Tiada hal lain yang akan menundukkan aku, selain diri-Mu.
Laa illahailallah...
Akan menjadi detak jantungku.
--
http://acceptea.blogspot.com
dalam kedua sujud ku hanya meminta pada-Mu.
Berharap semua akan terwujud.
Sehatku..
Sehat keluargaku
Sehat saudaraku..
Tuhan..
Dalam setiap hembus nafasku.
Yang terdengar hanya nama-Mu
Ya Rahman..
Ya Rahim..
Tuhan..
Bila aku jatuh..bangkitkan aku dalam rahmat-Mu
Tuhan...
Hanya pada-Mu ku bersujud.
Tiada hal lain yang akan menundukkan aku, selain diri-Mu.
Laa illahailallah...
Akan menjadi detak jantungku.
--
http://acceptea.blogspot.com
Beritakan pada Raja
Menghujam dengan lidah.
Tak pernah meruntuhkan hati yang membeku.
Berteriak!
Hanya menyiksa raga dan dahaga.
Kapan kah sang Raja akan melebur menjadi lumpur.
Berbaur menjadi satu dan bercampur.
Lihat kami !
Menangis dan menjerit tanpa arti.
Berharap , berharap , dan berharap.
Tangan emas yang tersimpan dalam telunjuk itu..
Yang kami terima hanya serpihan besi berkarat.
Sadar? Kapan akan terjaga?
Tak pernah sang raja melilitkan tangan pada pundak jelata.
Berpangku tangan.
Tertawa.
Dan
Berjaya..
--
http://acceptea.blogspot.com
Tak pernah meruntuhkan hati yang membeku.
Berteriak!
Hanya menyiksa raga dan dahaga.
Kapan kah sang Raja akan melebur menjadi lumpur.
Berbaur menjadi satu dan bercampur.
Lihat kami !
Menangis dan menjerit tanpa arti.
Berharap , berharap , dan berharap.
Tangan emas yang tersimpan dalam telunjuk itu..
Yang kami terima hanya serpihan besi berkarat.
Sadar? Kapan akan terjaga?
Tak pernah sang raja melilitkan tangan pada pundak jelata.
Berpangku tangan.
Tertawa.
Dan
Berjaya..
--
http://acceptea.blogspot.com
Bencana ..meraja
Langit meredup menyembunyikan terang
Gemuruh berteriak di tengah sepi
Angin berhembus merangkul tanah
Gemetar awan menyentuh bumi
Langit menangis teriris sepi.
Sedih yang tak bisa terbendung.
Amarah alam memuncak menghentak.
Menelan nyawa tak pandang mata.
Menjerit gunung memuntahkan panas
Memanggang raga yang tak berdaya
Hilang raga hilang nyawa
Yang tak nyata seakan terasa.
--
http://acceptea.blogspot.com
Gemuruh berteriak di tengah sepi
Angin berhembus merangkul tanah
Gemetar awan menyentuh bumi
Langit menangis teriris sepi.
Sedih yang tak bisa terbendung.
Amarah alam memuncak menghentak.
Menelan nyawa tak pandang mata.
Menjerit gunung memuntahkan panas
Memanggang raga yang tak berdaya
Hilang raga hilang nyawa
Yang tak nyata seakan terasa.
--
http://acceptea.blogspot.com
Langganan:
Komentar (Atom)